Ngurahrai Fire Fighting Dept.

You were in the Fire Zone

Working in smoke ( Bekerja pada ruangan berasap)

Sebagai seorang anggota PKP-PK bandar udara tidak hanya memberikan pertolongan pada pesawat yang mengalami kecelakaan saja, kadang kala kami juga menghadapi suatu pekerjaan lain. pada kebakaran gedung biasanya produksi asap akan lebih banyak dan kemungkinan asapnya lebih berbahaya, hal itu dikarenakan besar kemungkinan bahan-bahan yang terbakar di dalam gedung terkandung bermacam-macam unsur kimia berbahaya yang dapat memproduksi asap beracun jika terbakar.

Ada pun hal yang yang perlu diperhatikan :

  1. Pakailah B.A. set ( breathing apparatus set ) jika diperlukan.
  2. Bekerja harus selalu berpasangan dan mengunakan alat bantu berupa tali/tambang, kalau perlu membawa radio trancking.
  3. Berjalan serendah mungkin dengan lantai (merangkak), kurang lebih 30 cm masih ada udara bersih untuk bernafas jika tidak menggunakan B.A. set dan jarak pandangan lebih baik karena asap pada daerah ini tipis.
  4. Pergerakan harus dilakukan dengan cara merangkak dengan hati-hati, bila jarak pandang berkurang.
  5. Jika harus berjalan, maka tumpuan kaki/berat badan harus pada kaki yang belakang. Diperbolehkan tumpuan berat badan pada bagian depan jika keadaan dirasa cukup aman.
  6. Gunakanlah kaki /tangan untuk mencari korban
  7. Gunakan bagian belakang telapak tangan, bila mengadakan pencarian dengan meraba tembok untuk mengatisipasi adanya kabel/arus listrik yang terbuka. Hal ini di karenakan pada bagian belakang telapak tangan jika tersengat listrik, refleknya akan pergerak menjauhi sumber listrik.
  8. Pakailah sarung tangan bila ada.
  9. Lindungi bagian badan anda, gerakan kedua tangan dengan menyapu dalam garis perjalanan kita.
  10. Buatlah ventilasi sesegera mungkin, bila dirasakan sudah aman.
  11. Ikutilah tembok dan harus diingat-ingat perubahan arah, pintu jendela dan ciri-ciri lain yang ada di sekeliling anda.
  12. Gunakan tali, jika dianggap resiko terlalu besar dan medan terlalu luas, karena tali digunakan sebagai penunjuk arah sekaligus dijadikan alat komunikasi antara penolong yang masuk kedalam ruangan dengan pembantunya yang menunggu diluar.

Adapun kode-kode tarikan tambang adalah sebagai berikut :

  • 1 kali tarik      – Penolong siap untuk masuk.
  • 2 kali tarik      – Penolong melanjutkan perjalanan.
  • 3 kali tarik      – Penolong menemukan korban/pasien dan segera akan keluar.
  • 4 kali tarik      – Penolong minta bantuan tenaga untuk mengeluarkan korban/pasien.
  • 2 x 2 tarikan  – Penolong minta bantuan alat pemadam.

Suatu kalimat sederhana yang penting untuk di ingat ” Perhatikan keselamatan jiwa anda sebelum menyelamatkan jiwa orang lain”

January 26, 2010 - Posted by | about fire fighting

1 Comment »

  1. Jika membutuhkan Breathing Apparatus dengan keunggulan dan ketersediaan After Sales Service yang terjamin, gunakanlah Product SCOTT Safety. Dengan teknologi terkini ACS (Advanced Carrying System) dapatkan tingkat kenyamanan SCBA yang tinggi. Info dapat hubungi: sales@skotfire.com

    Comment by PT. SKOTFIRE & SAFETY TECHNOLOGY | September 23, 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: